Bagaimana Jika Sudah Tidak Ada Orang Jujur
Bagaimana Jika Sudah Tidak Ada Orang Jujur?
Zaman sekarang ini sudah semakin suram saja, seperti maraknya korupsi, maling, hingga dari hal kecil saja yaitu menyontek saat ujian. Zaman sekarang memang benar kita kekurangan orang jujur daripada orang pintar.
Orang jujur adalah orang yang amanah dalam tugasnya yang ia kerjakan. Seperti yang paling mudah sajah adalah mengerjakan ujian tanpa menyontek teman ataupun handphone. Orang jujur ini zaman sekarang memang sudah jarang terlihat lagi karena kemungkinan besar sudah dibiasakan saat pandemi. Kalau negara kita kekurangan bahkan tidak ada orang yang jujur akan bagaimana akhirnya nanti?
Ada cerita di suatu sekolah menengah atas (SMA) mengadakan pemilihan ketua osis. Mereka mempunyai visi dan misi yang kuat serta tujuan yang hebat. Walaupun mereka hebat, dari ketiga pilihan. ada salah satu calon yang membuat kampanye gelap dengan mentraktir teman-temannya. Pada akhirnya, merekalah yang terpilih menjadi ketua osis. Waktu terus berjalan, di tengah-tengah banyak sekali masalah yang dihadapi oleh ketua osis tersebut. visi misi serta tujuan memang tidak sesuai ekspetasinya. Hingga akhirnya mereka di turunkan jabatannya karena prokernya tidak pernah di kerjakan.
Berbeda cerita dari sebelumnya namun tetap sama dari segi konsepnya, cerita ini sangatlah realistis dan terjadi di depan mata saya. Saat pemilihan ketua desa, ada pasangan bapak-bapak mengunjungi rumah saya dan ingin bertemu ayah saya pada pagi hari, setelah saya memanggil bapak saya. Saya memang tidak mendengar perbincangan mereka. Saat sudah selesai berbincang bapak saya diberi amplop yang berisikan uang ratusan ribu dan menyogok untuk memilih nomor coblosannya. Padahal, bapak saya tidak ingin memilih nomor tersebut. Karena uang tersebut bukan seharusnya milik kita, ayah saya langsung memberi uang tersebut ke orang yang lebih membutuhkannya
Sebenarnya banyak sekali cerita-cerita seperti ini, orang jujur bukannya sudah punah melainkan pikiran mereka sudah berubah karena suatu hal. seperti yang dahulunya orangnya jujur akan menjadi orang yang suka menipu. Orang seperti itu ada faktor-faktornya mengapa ia seperti itu. Seperti dari pergaulan teman-temannya. Jika kita bergaul dengan teman yang dominan baik, kita juga akan ikut menjadi baik begitupun sebaliknya. Lalu, dari kebiasaan kita juga bisa menjadi salah satu faktor seperti yang dahulu tidak suka melakukan itu, sekali melakukan akan menjadi candu.
Memang kita kekurangan orang jujur, jadi seharusnya kita menjadi salah satu orang yang jujur. Jujur tak hanya sekadar tidak menipu melainkan orang yang amanah dalam mengerjakan tugasnya. Jika orang jujur sudah hilang dari dunia ini akan menjadi suram dan keributan ada dimana-mana. Mari ubah pikiran kita yang dahulunya kita seperti ini kita harus berubah menjadi lebih baik lagi.
.png)
Komentar
Posting Komentar